Jakarta Barat – Program Grebek Lumpur yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di wilayah RW 03, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mendapat perhatian dari pengurus lingkungan setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (20/09/2026) itu melibatkan 10 RT yang berada di bawah wilayah RW 03.
Ketua RW 03 Angke, H. Dulgani, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kebersihan lingkungan melalui berbagai program.
Di antaranya pembangunan bank sampah untuk pengelolaan sampah organik dan nonorganik, penataan taman penghijauan, serta budidaya ikan lele yang dikelola warga.
Menurut Dulgani, kegiatan Grebek Lumpur menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Namun, ia mengaku masih menemukan beberapa RT yang tidak turut serta dalam kerja bakti bersama warga lainnya.
“Kami berharap seluruh RT dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan.
Karena kebersihan wilayah merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Selain itu, Dulgani juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memfasilitasi satu unit mobil sampah yang siaga di kawasan rumah susun setiap hari, khususnya pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Menurutnya, keberadaan mobil sampah yang standby akan membantu warga yang terlambat membuang sampah rumah tangga sehingga tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau ada mobil sampah yang standby setiap pagi, warga yang terlambat membuang sampah masih bisa membuang sampahnya dengan tertib.
Ini juga dapat mencegah sampah dibuang ke kali atau saluran air,” kata Dulgani.
Ia menambahkan, RW 03 telah menerima bantuan lima unit gerobak sampah. Namun hingga saat ini baru satu unit yang beroperasi secara maksimal.
Sementara itu, wilayah RT 02, RT 06, dan RT 07 masih membutuhkan dukungan armada pengangkut sampah yang lebih dekat dengan lingkungan warga.
Dulgani menjelaskan bahwa lokasi pembuangan sementara yang saat ini dilayani armada sampah berada di kawasan Jalan Raya Letu Menten sehingga jarak yang cukup jauh untuk di tempuh membuat petugas gerobak kesulitan mengangkut sampah secara efektif.
“Kalau mobil sampah sudah berangkat, gerobak yang kami siapkan terpaksa Grobak sampah menunggi di pinggir jalan sampai di esok harinya.
Karena jaraknya cukup jauh dan tidak ada armada yang standby di wilayah kami,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini masih terdapat kendala pengangkutan sampah di RW 03 karena tidak adanya mobil sampah yang secara rutin menjemput sampah dari lingkungan warga.
Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menyebabkan sebagian warga membuang sampah sembarangan.
Melalui program Grebek Lumpur dan peningkatan fasilitas pengelolaan sampah, warga RW 03 berharap persoalan kebersihan lingkungan dapat ditangani secara lebih efektif sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran (MT)






