JAKARTA, SUARA INVESTIGASI.ID -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meninjau langsung pengelolaan sumber daya air dan sistem pengendalian banjir di Rumah Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara, Rabu (30/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari penerapan sistem polder, operasional rumah pompa serta pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pengendalian tata air di kawasan perkotaan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan DPRD Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan penjelasan mengenai sistem pengelolaan sumber daya air, fungsi rumah pompa, sistem polder hingga berbagai upaya pengendalian banjir yang diterapkan di wilayah Jakarta.
Kasie Rumah Pompa B3 Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Yudo Widiatmoko, turut mendampingi rombongan selama kegiatan berlangsung.
Jajaran Sudin SDA Jakarta Utara memberikan informasi mengenai pengelolaan fasilitas serta operasional rumah pompa di kawasan Waduk Pluit.
Rombongan juga melihat secara langsung fasilitas dan berbagai peralatan pendukung sistem pengelolaan tata air.
Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana infrastruktur sumber daya air dioperasikan untuk mendukung pengendalian aliran air dan potensi genangan.
Bagi DPRD Kepulauan Bangka Belitung, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh referensi langsung mengenai pengelolaan infrastruktur sumber daya air di wilayah perkotaan.
Informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan pembelajaran dalam melihat kebutuhan pengelolaan tata air di daerah.
Selain aspek teknis, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari pertukaran informasi antardaerah.
Pengelolaan sumber daya air dan pengendalian banjir membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, sistem operasional yang terkoordinasi serta keterlibatan berbagai pihak.
Dengan melihat langsung penerapan sistem polder dan operasional rumah pompa di Waduk Pluit, rombongan DPRD Kepulauan Bangka Belitung memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai pengelolaan tata air di Jakarta.
Hasil peninjauan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan pengelolaan sumber daya air di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya dalam menghadapi tantangan pengendalian banjir dan tata air di daerah (Kipray)






