Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat program kesehatan masyarakat dengan menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan peran kader Posyandu sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di ibu kota.
Dalam kegiatan apresiasi kader Posyandu, Pramono menyampaikan bahwa keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat.
Pemprov DKI juga berkomitmen memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas hingga tingkat kelurahan dan RW.
Selain fokus pada kesehatan, Pemprov DKI Jakarta saat ini juga tengah menyusun APBD Perubahan 2026 dengan prinsip kehati-hatian.
Pramono meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memastikan setiap program yang dianggarkan benar-benar dapat direalisasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di sektor administrasi kependudukan, Dinas Dukcapil DKI Jakarta memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tertib administrasi serta mendukung keamanan dan ketertiban wilayah.
Pemprov DKI juga terus menjalankan berbagai program prioritas, mulai dari pengelolaan sampah, peningkatan pelayanan publik, hingga pengembangan budaya menuju Jakarta sebagai kota global yang tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokalnya.
Sementara itu, menjelang berbagai agenda besar di Jakarta, Pemprov DKI mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan semangat kolaborasi guna mendukung pembangunan ibu kota yang berkelanjutan. (P)






