JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan sempat melayangkan ultimatum kepada investor asal Jepang terkait lambannya realisasi proyek strategis Lapangan Abadi Blok Masela yang telah tertunda selama hampir tiga dekade.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam dialog bersama sejumlah jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Presiden menegaskan pemerintah tidak ingin proyek energi nasional bernilai besar terus mengalami penundaan tanpa kepastian.
Menurut Prabowo, proyek Blok Masela merupakan salah satu cadangan gas terbesar yang dimiliki Indonesia dan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun, proyek tersebut telah mengalami berbagai hambatan sehingga belum dapat beroperasi secara optimal selama 28 tahun.
Kepala Negara mengaku telah menyampaikan sikap tegas kepada pihak investor agar segera mengambil keputusan dan mempercepat pelaksanaan proyek.
Ia menekankan bahwa Indonesia membutuhkan kepastian investasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat.
Prabowo menilai pengelolaan sumber daya alam harus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, termasuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, dan memperkuat pasokan energi domestik.
Karena itu, pemerintah tidak ingin proyek-proyek strategis terhambat terlalu lama akibat persoalan administratif maupun keputusan bisnis yang berlarut-larut.
Blok Masela sendiri dikenal sebagai salah satu proyek gas alam cair (LNG) terbesar di Indonesia yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku.
Setelah bertahun-tahun mengalami keterlambatan, pemerintah kini mendorong percepatan pembangunan agar proyek tersebut dapat segera memasuki tahap produksi dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Sikap tegas Presiden Prabowo terhadap proyek-proyek strategis dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah akan terus mengawal investasi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.(B)






