JAKARTA BARAT — SUARA INVESTIGASI.ID.Upaya penataan lingkungan di wilayah Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mendapat apresiasi dari Camat Tambora, Pangestu Aji.
Penataan yang mengedepankan kebersihan, kerapian, penghijauan, dan kepedulian terhadap lingkungan ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan kawasan permukiman yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Di balik upaya tersebut, terdapat gagasan Iyat, aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai bendahara di Kantor Kelurahan Angke.
Inisiatifnya dalam mendorong penataan lingkungan dinilai membawa manfaat bagi warga, terutama dalam menciptakan suasana permukiman yang lebih tertata dan enak dipandang.
Perubahan kawasan terlihat dari penataan lingkungan yang lebih rapi, disertai penghijauan melalui penanaman tanaman di halaman rumah penduduk.
Kehadiran tanaman tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih asri di tengah padatnya permukiman perkotaan.
Selain penghijauan, upaya menjaga kebersihan juga dilakukan melalui kegiatan pemilahan sampah secara rutin.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan tidak membuangnya sembarangan.
Persoalan saluran air turut menjadi perhatian. Sebelumnya, sejumlah selokan dilaporkan dipenuhi sampah sehingga menghambat aliran air.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air meluap hingga ke jalan di depan rumah warga, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Melalui penataan lingkungan dan kepedulian terhadap kebersihan saluran air, diharapkan persoalan penyumbatan dapat dikurangi sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan.
Apresiasi yang diberikan Camat Tambora, Pangestu Aji, menjadi penyemangat bagi jajaran Kelurahan Angke dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan serta mempertahankan hasil penataan yang telah dilakukan.
Keberhasilan penataan lingkungan tidak hanya bergantung pada gagasan aparatur pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Kesadaran untuk memilah sampah, membersihkan saluran air, serta merawat tanaman di sekitar rumah merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.
Inisiatif Iyat menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkup terkecil.
Dengan dukungan pemerintah setempat dan partisipasi warga, penataan kawasan Kelurahan Angke diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, tertib, dan nyaman.
Apresiasi Camat Tambora terhadap penataan tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan lingkungan yang baik berawal dari kepedulian, diwujudkan melalui tindakan nyata, dan dipertahankan dengan gotong royong masyarakat (MT)






