Maraknya Media Sosial Picu Munculnya Oknum Mengaku Wartawan, Profesionalisme Jurnalistik Kembali Disorot – Suara Investigasi

 

Maraknya Media Sosial Picu Munculnya Oknum Mengaku Wartawan, Profesionalisme Jurnalistik Kembali Disorot

Wednesday, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

JAKARTA – Perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk membuat platform informasi maupun media digital.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena sejumlah pihak yang mengklaim diri sebagai wartawan atau bahkan pemimpin redaksi tanpa memahami secara utuh prinsip-prinsip dasar jurnalistik dan regulasi pers yang berlaku.

Dalam praktiknya, masih ditemukan individu yang mengaku sebagai wartawan meski belum memahami Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, maupun kaidah dasar penulisan berita seperti prinsip 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How).

Selain itu, sebagian dari mereka juga belum pernah mengikuti pelatihan maupun Uji Kompetensi Wartawan (UKW), namun telah menjalankan aktivitas jurnalistik dan mengelola media.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan penyalahgunaan profesi yang dapat merugikan masyarakat serta mencoreng citra pers secara keseluruhan.

Akibat ulah segelintir oknum yang memanfaatkan identitas wartawan untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan secara tidak etis, muncul berbagai stigma negatif di tengah masyarakat.

Istilah “wartawan bodrek” pun kerap digunakan untuk menggambarkan oknum yang diduga tidak menjalankan tugas jurnalistik sesuai aturan dan etika profesi.

Meski demikian, pengamat media dan sejumlah praktisi pers menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menyamaratakan seluruh wartawan.

Sebab, masih banyak jurnalis yang bekerja secara profesional, independen, dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.

Wartawan profesional menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi, sarana pendidikan, kontrol sosial, serta pengawas jalannya pemerintahan dan berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Mereka juga dituntut untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih sumber informasi dan memastikan media yang diakses memiliki legalitas serta menjalankan prinsip-prinsip jurnalistik yang benar.

Sementara itu, peningkatan kompetensi dan pemahaman terhadap regulasi pers dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga marwah profesi wartawan dan kepercayaan publik terhadap media.(MT)

Berita Terkait

Pramono Anung Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung Rampung 2027
Operasi Besar-besaran! 700 Personel TNI-Polri Sisir Kampung Ambon dan Kampung Boncos
2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi
Pompa Viaduct No. 1 Diperiksa, Seberapa Siap Jakut Hadapi Banjir?
Sopir Taksi Ditusuk Wanita Saat Beristirahat di Pademangan, Pelaku Diamankan Polisi
Kecelakaan Beruntun di Jakarta Barat, GWM Tank Tabrak Motor dan Gerobak, Satu Orang Tewas
Galian Saluran Limbah Mangkrak, Jalan Angke Jembatan Besi Makin Sempit dan Picu Kemacetan
Pengendara Becak Tewas Setelah Ditabrak Pemotor
Tag :

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 10:33

Pramono Anung Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung Rampung 2027

Friday, 9 October 2026 - 10:09

Operasi Besar-besaran! 700 Personel TNI-Polri Sisir Kampung Ambon dan Kampung Boncos

Friday, 9 October 2026 - 09:08

2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi

Thursday, 8 October 2026 - 09:20

Pompa Viaduct No. 1 Diperiksa, Seberapa Siap Jakut Hadapi Banjir?

Thursday, 8 October 2026 - 08:25

Sopir Taksi Ditusuk Wanita Saat Beristirahat di Pademangan, Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

2026, Atur Kemitraan dan Perlindungan Pengemudi

Friday, 9 Oct 2026 - 09:08