Jakarta – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadapi sorotan tajam terkait beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dalam konferensi pers APBN pertamanya sejak resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Pertanyaan mengenai masa depan pembiayaan proyek strategis tersebut menjadi salah satu isu yang paling banyak disorot oleh awak media.
Dalam pemaparannya, Suahasil menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memastikan setiap kebijakan fiskal dilakukan secara hati-hati dan terukur.
Ia menyatakan seluruh keputusan yang berkaitan dengan proyek strategis nasional, termasuk Whoosh, akan mempertimbangkan aspek keberlanjutan fiskal dan stabilitas keuangan negara.
Sorotan terhadap Whoosh muncul karena proyek tersebut masih menghadapi tantangan keuangan, termasuk pembahasan terkait pengalihan kepemilikan saham mayoritas dari sejumlah BUMN kepada pemerintah.
Kementerian Keuangan mengungkapkan proses due diligence atau kajian menyeluruh masih berlangsung untuk menghitung valuasi dan dampak fiskalnya sebelum keputusan final diambil.
Pada kesempatan yang sama, Suahasil juga menegaskan target defisit APBN 2026 tetap dipertahankan pada kisaran 2,85 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), masih berada di bawah batas maksimal 3 persen yang diatur undang-undang.
Menurutnya, penguatan penerimaan negara dan efisiensi belanja menjadi kunci menjaga kesehatan fiskal nasional.
Konferensi pers tersebut menjadi penampilan perdana Suahasil sebagai Menteri Keuangan setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan dilakukan di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan sejumlah proyek strategis yang membutuhkan dukungan pembiayaan besar.
Selain menjawab pertanyaan mengenai Whoosh, Suahasil menegaskan bahwa APBN harus tetap menjadi instrumen yang kredibel, transparan, dan mampu mendukung program prioritas pemerintah tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian fiskal.
Ia memastikan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung (SL)






