PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kecamatan Gembong.
Penetapan status tersebut dilakukan setelah jumlah korban terus bertambah dan mencapai ratusan orang.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat sedikitnya 265 orang yang terdiri dari siswa dan guru mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam program MBG.
Para korban dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, muntah, diare, pusing, dan sakit perut sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta instansi terkait langsung bergerak melakukan penanganan terhadap para korban.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, petugas juga mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Penetapan status KLB dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi, termasuk dalam proses investigasi serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan dalam program MBG di wilayah tersebut.
Kasus di Pati menambah daftar insiden dugaan keracunan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah.
Dalam beberapa hari terakhir, ribuan siswa di berbagai wilayah Indonesia dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut, sehingga memunculkan sorotan terhadap aspek keamanan pangan dan pengawasan distribusi makanan.
Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu proses lebih lanjut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi terkait sumber penyebab keracunan tersebut (Usman)






