MINAB, IRAN – Enam bulan setelah sebuah sekolah di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, dihantam serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat (AS), keluarga korban kembali mendatangi kompleks pemakaman untuk mengenang para kerabat yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Pada 11 September 2026, suasana haru menyelimuti area pemakaman ketika keluarga, kerabat, dan warga setempat berkumpul untuk berziarah.
Mereka membawa bunga, memanjatkan doa, serta mengenang para korban yang kehilangan nyawa akibat serangan yang terjadi enam bulan lalu.
Sejumlah keluarga tampak duduk di samping makam sambil membacakan doa dan mengenang kenangan bersama anggota keluarga yang telah tiada.
Momen tersebut menjadi pengingat akan dampak kemanusiaan yang masih dirasakan masyarakat setempat sejak insiden tersebut terjadi.
Peristiwa yang menimpa sekolah di Minab sempat memicu perhatian internasional dan menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini, berbagai pihak masih menyoroti dampak serangan terhadap warga sipil serta pentingnya perlindungan terhadap fasilitas pendidikan dalam situasi konflik.
Warga Minab berharap tragedi serupa tidak kembali terulang dan menyerukan pentingnya upaya perdamaian guna mencegah jatuhnya korban sipil di masa mendatang.
Bagi keluarga korban, ziarah tersebut bukan hanya bentuk penghormatan kepada orang-orang yang telah meninggal, tetapi juga simbol duka yang masih membekas meski waktu terus berjalan.
Peringatan enam bulan tragedi itu berlangsung dengan khidmat, diwarnai doa bersama dan ungkapan belasungkawa dari masyarakat yang terus mengenang para korban (MT)






