JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mengubah air laut menjadi air tawar sebagai salah satu solusi menghadapi potensi krisis air bersih akibat kekeringan dan perubahan iklim.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan teknologi desalinasi memungkinkan air laut diolah menjadi air layak konsumsi.
Namun, menurutnya, penerapan teknologi tersebut perlu didukung oleh pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir yang memadai, terutama proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
Pramono menjelaskan, pembangunan Giant Sea Wall menjadi langkah penting sebelum pengembangan sistem desalinasi dilakukan secara masif.
Infrastruktur tersebut dinilai mampu memberikan perlindungan terhadap kawasan pesisir Jakarta dari ancaman rob, abrasi, dan dampak kenaikan muka air laut yang terus meningkat.
“Secara teknologi, mengubah air laut menjadi air tawar sangat memungkinkan dilakukan.
Namun, ada tahapan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, salah satunya pembangunan Giant Sea Wall,” ujar Pramono.
Menurutnya, kebutuhan air bersih di Jakarta akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan.
Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan berbagai alternatif sumber air baku agar pasokan air bersih tetap terjaga dalam jangka panjang.
Pemanfaatan teknologi desalinasi telah diterapkan di sejumlah negara yang memiliki keterbatasan sumber air tawar.
Teknologi ini bekerja dengan memisahkan kandungan garam dan mineral dari air laut sehingga menghasilkan air yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri.
Selain mengkaji desalinasi, Pemprov DKI Jakarta juga terus mendorong penguatan sistem penyediaan air bersih melalui pengelolaan air baku, konservasi sumber daya air, serta peningkatan layanan perpipaan bagi masyarakat.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun ketahanan air Jakarta di tengah tantangan perubahan iklim, musim kemarau yang semakin ekstrem, dan meningkatnya kebutuhan air bersih bagi warga ibu kota (W)






