JAKARTA BARAT —SUARA INVESTIGASI.ID.Proyek penggalian saluran pipa untuk penampungan limbah rumah tangga di Jalan Angke Jembatan Besi, RT 04/02, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Proyek yang sebelumnya dilakukan dengan pengeboran menggunakan alat berat tersebut kini terkesan terhenti. Kondisi semakin memprihatinkan karena bekas galian yang berlubang belum sepenuhnya ditutup dan dikembalikan seperti kondisi semula.
Pantauan di lokasi menunjukkan area pekerjaan masih dipagari dengan pembatas pengamanan milik pihak kontraktor.
Keberadaan pagar tersebut membuat badan jalan yang memang relatif sempit menjadi semakin menyempit.
Akibatnya, kendaraan yang melintas harus bergantian melewati ruas jalan yang tersisa.
Pada waktu-waktu tertentu, terutama ketika aktivitas warga dan kendaraan meningkat, kondisi tersebut kerap menimbulkan perlambatan hingga kemacetan.
Warga Pertanyakan Kelanjutan Pekerjaan, Sejumlah warga mempertanyakan kepastian penyelesaian proyek tersebut.
Mereka mengaku tidak mempermasalahkan pembangunan saluran limbah selama pekerjaan dilakukan secara tertib dan setelah pekerjaan selesai jalan segera dikembalikan ke kondisi yang aman untuk dilalui.
Namun, jika pekerjaan berhenti dalam waktu cukup lama sementara lubang galian dan pagar proyek masih dibiarkan, masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut menjadi pihak yang paling terdampak.
“Kami berharap kalau memang proyeknya belum selesai, segera dilanjutkan.
Kalau memang ada kendala, jangan sampai jalan dibiarkan berlubang dan menyempit seperti ini,” keluh salah seorang warga.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian pengguna jalan. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, bekas galian yang belum ditutup berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.
Kontraktor Diminta Bertanggung Jawab
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek tidak hanya memperhatikan proses pemasangan pipa, tetapi juga aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
Pagar pengamanan memang diperlukan untuk mencegah warga masuk ke area proyek.
Namun, pemasangan pembatas juga seharusnya mempertimbangkan kondisi ruas jalan agar tidak semakin memperparah kepadatan lalu lintas.
Warga meminta pihak kontraktor bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi di lapangan, menutup atau mengamankan lubang bekas galian, serta memastikan material dan pagar proyek tidak menghambat arus kendaraan.
Jika proyek tersebut masih akan dilanjutkan, masyarakat berharap pekerjaan dilakukan dengan target waktu yang jelas.
Sebaliknya, apabila terdapat kendala teknis karena lokasi galian berkaitan dengan struktur atau jembatan lama, penanganannya perlu dijelaskan agar warga tidak terus-menerus dirugikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kontraktor mengenai penyebab pekerjaan terhenti, kapan proyek akan kembali dikerjakan, serta kapan kondisi jalan akan dikembalikan seperti semula.
Suara Investigasi.id akan terus memantau perkembangan proyek tersebut dan meminta pihak terkait memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kepastian penyelesaian pekerjaan (MT)






