JAKARTA – Gelombang aksi massa buruh kembali memenuhi kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Ribuan pekerja turun ke jalan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan hak-hak pekerja.
Besarnya jumlah massa membuat pengamanan di sekitar kompleks parlemen diperketat. Polda Metro Jaya mengerahkan 11.261 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dampak aksi juga terasa pada sektor transportasi. Arus kendaraan di sekitar kawasan DPR mengalami perlambatan, sementara akses Jalan Gatot Subroto sempat ditutup atau dialihkan untuk menghindari terjadinya benturan antara massa aksi dengan pengguna jalan.
Petugas kepolisian ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk jalur menuju kompleks parlemen. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan jumlah massa dan kondisi keamanan di lapangan.
Aksi buruh tersebut berlangsung di tengah pembahasan dan pengesahan regulasi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Karena itu, kawasan DPR menjadi pusat perhatian kelompok pekerja yang ingin memastikan kepentingan buruh mendapat ruang dalam kebijakan pemerintah dan parlemen.
Kepolisian mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun fasilitas umum. Masyarakat pengguna jalan juga diminta menghindari kawasan sekitar DPR selama aksi berlangsung dan memilih jalur alternatif.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan pengamanan secara berlapis di sekitar lokasi. Situasi lalu lintas dan keamanan terus dipantau untuk memastikan aksi dapat berlangsung tanpa menimbulkan gangguan yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.(Roni)






