JAKARTA, Suara Investigasi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Kepemimpinan dan Komunikasi Berdampak”, Selasa (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka tersebut diikuti sebanyak 225 peserta yang terdiri dari para camat, lurah, anggota Dewan Kota Jakarta Utara, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), perwakilan Ketua RW, serta perwakilan Ketua RT dari berbagai wilayah di Jakarta Utara.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Jakarta Utara menghadirkan Joice Manurung, seorang public speaker, communication practitioner, psikolog, sekaligus graphologist sebagai narasumber utama.
Melalui diskusi panel interaktif, peserta mendapatkan pembekalan terkait kepemimpinan yang efektif dan kemampuan komunikasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kepala Bagian Pemerintahan Setko Administrasi Jakarta Utara, Benhard Ellying House, mengatakan lembaga kemasyarakatan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga.
Menurut Benhard, pengurus lembaga kemasyarakatan tidak hanya dituntut mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang baik guna membangun kepercayaan masyarakat.
“Pengurus lembaga kemasyarakatan dituntut mampu membangun kepercayaan, menggerakkan masyarakat, menyatukan berbagai kepentingan, menyampaikan gagasan secara efektif, serta membangun komunikasi yang positif dan solutif,” ujarnya.
Kepemimpinan dan Komunikasi Jadi Kunci Pembangunan Lingkungan
Benhard menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan RT, RW, dan LMK perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks di tengah masyarakat perkotaan.
Ia menjelaskan, tema “Kepemimpinan dan Komunikasi Berdampak” dipilih karena kepemimpinan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memimpin, tetapi juga kemampuan mendengar, memahami kebutuhan warga, menghubungkan berbagai pihak, serta memberikan teladan yang baik.
Selain itu, komunikasi yang efektif dinilai menjadi faktor penting dalam membangun sinergi antara masyarakat dan pemerintah.
Sebab, pesan yang disampaikan tidak hanya harus dipahami, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Komunikasi yang terbuka dan membangun kepercayaan merupakan fondasi penting dalam menciptakan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah,” tambahnya.
Dorong Partisipasi Warga dan Sinergi dengan Pemerintah
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam mengelola perbedaan pendapat, menyelesaikan persoalan masyarakat secara konstruktif, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pemkot Jakarta Utara juga berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan pemimpin-pemimpin masyarakat yang adaptif, kolaboratif, serta mampu mendorong keterlibatan aktif warga dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen Pemkot Jakarta Utara dalam memperkuat kualitas pelayanan masyarakat melalui peningkatan kapasitas para pengurus RT, RW, dan LMK sebagai garda terdepan pelayanan publik di tingkat lingkungan.
Menutup laporannya, Benhard menyampaikan pantun yang menggambarkan semangat kebersamaan dalam membangun Jakarta Utara.
“Ke Ancol melihat indahnya lautan, singgah sebentar menikmati suasana. Mari perkuat lembaga kemasyarakatan, bersama membangun Jakarta Utara tercinta,” tutupnya. (Kipray)






