Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus melakukan pemutakhiran data kesejahteraan sosial guna memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya keluhan masyarakat terkait ketidaksesuaian data penerima bantuan yang dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi terkini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa data penerima bansos bersifat dinamis dan harus diperbarui secara berkala.
Pemutakhiran dilakukan agar warga yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan, sementara data yang sudah tidak sesuai dapat segera diperbaiki.
Di berbagai daerah, masyarakat masih mengeluhkan aset lama yang telah dijual bertahun-tahun lalu, seperti sepeda motor, perhiasan, hingga peralatan rumah tangga, yang masih tercatat dalam sistem sehingga memengaruhi status kesejahteraan mereka.
Kondisi tersebut berpotensi membuat warga yang layak menerima bantuan justru tidak masuk dalam daftar penerima.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pembaruan data melalui pemerintah daerah, kelurahan, kecamatan, maupun kanal resmi yang telah disediakan.
Dengan data yang akurat dan terkini, program bantuan sosial diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta mengurangi potensi kesalahan penyaluran.
Selain pemutakhiran data, pemerintah juga terus melanjutkan berbagai program perlindungan sosial, termasuk bantuan pangan bagi jutaan keluarga berpenghasilan rendah sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan yang ada (EL)






