DEPOK, AFU.ID – Nama Wahyu Oktavian Iskandar alias Yayan mendadak menjadi perhatian publik setelah diketahui bergabung dengan militer Rusia yang terlibat dalam konflik bersenjata melawan Ukraina.
Pria asal Depok tersebut disebut meninggalkan Indonesia untuk mengikuti perekrutan pasukan asing dengan iming-iming pendapatan yang besar.
Di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Yayan dikenal memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah.
Ketua RW 06, Sugeng, mengungkapkan bahwa pria berusia 40 tahun itu pernah menjalani masa-masa sulit yang dipenuhi berbagai persoalan kehidupan.
Menurut Sugeng, Yayan sempat berusaha meninggalkan masa lalunya dan mencari kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Sebelum berangkat ke luar negeri, ia bahkan menyampaikan niatnya untuk berubah dan memperbaiki masa depannya.
“Dia datang berpamitan dan mengatakan ingin menjalani hidup yang lebih baik,” ujar Sugeng.
Informasi yang beredar menyebutkan Yayan berangkat ke Rusia melalui jalur perekrutan yang menawarkan pekerjaan dengan bayaran tinggi.
Namun, berbeda dengan kabar yang menyebut dirinya bekerja sebagai petugas keamanan, warga sekitar menegaskan bahwa Yayan telah mengetahui tugas yang akan dijalaninya berkaitan dengan aktivitas militer.
Salah seorang rekannya, SA, mengatakan Yayan tidak memiliki latar belakang pendidikan militer.
Meski ayahnya merupakan purnawirawan Korps Marinir, Yayan tidak pernah mengikuti pelatihan atau pendidikan kemiliteran secara resmi.
“Dia warga sipil biasa. Tidak pernah menjalani pendidikan militer,” kata SA.
Kasus Yayan menjadi perhatian pemerintah karena masuk dalam daftar sejumlah warga negara Indonesia yang teridentifikasi terlibat dalam konflik Rusia-Ukraina.
Aparat keamanan pun telah melakukan pendataan dan meminta keterangan dari keluarga untuk memperoleh informasi terkait keberangkatannya.
Petugas dari unsur TNI dan kepolisian diketahui mendatangi kediaman orang tua Yayan guna melakukan verifikasi data serta menelusuri proses perekrutan yang membuatnya bergabung dengan militer asing.
Pemerintah Indonesia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji besar.
Warga diminta memastikan legalitas perusahaan, jenis pekerjaan, serta lokasi penempatan sebelum menerima tawaran kerja.
Selain itu, pemerintah juga tengah menelusuri pola perekrutan warga Indonesia yang terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah potensi pelanggaran hukum dan melindungi masyarakat dari praktik perekrutan yang tidak transparan.
Perjalanan hidup Yayan yang berawal dari kehidupan sederhana di Depok hingga akhirnya bergabung dengan militer Rusia kini menjadi sorotan.
Di balik keputusan tersebut, muncul berbagai pertanyaan mengenai faktor pendorong, proses perekrutan, serta risiko yang harus dihadapi warga negara Indonesia yang memilih terlibat dalam konflik bersenjata di luar negri.(MT)






