SIDOARJO – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri turun tangan menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan pelajar di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Sebanyak 566 korban dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel makanan, bahan baku, serta sampel biologis dari para korban untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Hasil uji laboratorium diharapkan dapat mengungkap apakah keracunan dipicu oleh kontaminasi bahan makanan, proses pengolahan, maupun faktor lainnya.
Korban berasal dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Para santri mulai mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, pusing, sakit perut, dan diare beberapa jam setelah menyantap makanan yang disajikan pada Selasa (1/9).
Kondisi tersebut menyebabkan ratusan santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan setempat.
Dinas Kesehatan Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Sidoarjo telah mengaktifkan tim krisis kesehatan untuk menangani para korban.
Hingga Rabu (2/9), sebagian besar pasien dilaporkan dalam kondisi membaik, meski puluhan lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, dapur penyedia makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah dihentikan sementara operasionalnya selama proses investigasi berlangsung.
Pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional juga melakukan evaluasi terhadap prosedur pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pihak kepolisian menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh.
Hasil pemeriksaan Labfor nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kejadian serta langkah hukum yang diperlukan apabila ditemukan unsur kelalaian dalam penyelenggaraan program makanan tersebut (Rony)






