TANJUNG JABUNG TIMUR – Rentetan kebakaran yang terjadi dalam waktu kurang dari sepekan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.
Sedikitnya 30 unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar maupun mengalami kerusakan berat akibat dua peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah pesisir.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai, pada 15 Agustus 2026.
Musibah tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga dan menyebabkan puluhan jiwa kehilangan tempat tinggal.
Belum usai proses pemulihan para korban, kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Nipah Panjang I, Kecamatan Nipah Panjang, pada 21 Agustus 2026.
Kobaran api yang cepat membesar memaksa petugas dan warga merobohkan beberapa bangunan untuk mencegah api merembet ke permukiman lainnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini berdampak besar terhadap kehidupan warga.
Puluhan keluarga kehilangan rumah beserta harta benda yang selama ini menjadi penopang kehidupan mereka.
Banyak korban kini harus mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu bantuan dan proses pemulihan pascakebakaran.
Kondisi permukiman pesisir yang didominasi rumah panggung berbahan kayu dan berdiri berdekatan menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menjalar.
Selain itu, akses jalan yang sempit serta keterbatasan sarana pemadam kebakaran turut menyulitkan proses penanganan saat kebakaran terjadi.
Peristiwa beruntun ini memunculkan desakan agar pemerintah daerah memperkuat sistem pencegahan kebakaran di kawasan rawan.
Berbagai pihak mendorong peningkatan edukasi keselamatan listrik, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan permukiman, pembangunan hidran umum, serta pelaksanaan simulasi penanggulangan kebakaran secara berkala di tingkat desa dan kelurahan.
Masyarakat berharap musibah yang berulang ini menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah mitigasi dan perlindungan warga.
Dengan upaya pencegahan yang lebih baik, risiko kebakaran di kawasan pesisir Tanjabtim diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan dan keamanan masyarakat lebih terjamin di masa mendatang (Mochtar)






